Wadah Air Timor
Solusi Permanen Akses Air

PORTOFOLIO


PEMBANGUNAN SISTEM PENGELOLAAN AIR BERSIH DESA SILLU DENGAN METODE SAMBUNGAN RUMAH MENGGUNAKAN POMPA HIDRAM

foto: wadah air timor, sillu, 2017

Wadah Air Timor membangun sistem pengelolaan air bersih dengan metode sambungan rumah di desa sillu, kabupaten Kupang. Jangkauan distribusi sampai dengan 3 dusun dengan jumlah pelanggan hingga 500 kk.

Sumber mata air yakni mata air oelmanufua berada jauh dibawah pemukiman, dengan perbedaan elevasi 135 meter dan jarak sumber-pemukiman 1.2 km. Sehingga membutuhkan tenaga pompa untuk bisa mengangkat air ke ketinggian dimana pemukiman berada.

Sebelumnya sudah pernah ada sistem terbangun menggunakan pompa diesel, dengan sistem distribusi menggunakan bak umum. Namun karena biaya pengoperasian sangatlah mahal, sehingga masyarakat tidak mampu membayarnya. Sehingga sistem tersebut macet dan berujung pada rusaknya sistem pompa diesel itu.

Kemudian wadah air timor membangun 3 buah sistem pompa hidram di mata air tersebut. Pompa hidram ini beroperasi tanpa menggunakan bahan bakar, tenaga matahari, listrik, maupun tenaga lainnya, cukup dengan tekanan dari air itu sendiri. Pompa hidram ini beroperasi 1x24 jam tanpa henti, dan terus mengisi reservoir sebesar 200m3. Perawatannya pun sangat mudah dan murah, cukup dengan mengganti karet pada pompa secara berkala.

Sistem distribusi yang digunakan adalah dengan metode sambungan rumah, dengan meteran berbayar yang sangat dapat dijangkau masyarakat. Pengelola juga dilatih khusus sehingga terbentuk manajemen pengelola yang profesional. Sistem ini masih terus berjalan hingga sekarang



PEMBANGUNAN SISTEM PENGELOLAAN AIR BERSIH DESA OELBITENO DENGAN METODE SAMBUNGAN RUMAH

foto: wadah air timor, oelhue, 2017

Wadah Air Timor membangun sistem pengelolaan air bersih dengan metode sambungan rumah di desa Oelbiteno, kabupaten Kupang. Jangkauan distribusi sampai dengan 3 dusun dengan jumlah pelanggan hingga 300 kk.

Sistem yang dibangun menggunakan sistem gravitasi dari 2 mata air yakni mata air oelbiteno dan oelnaitoto.

Sebelumnya sudah ada upaya sebanyak 4x untuk membangun jaringan air bersih di desa ini, namun sayangnya karena salah perhitungan maka air tidak mengalir sampai pemukiman

Dengan pengukuran yang tepat dan tentunya dengan alat-alat pendukung dengan teknologi terkini, wadah air timor berhasil mendistribusikan air hingga rumah terujung, dengan jarak distribusi hingga 6km

Sistem distribusi yang digunakan adalah dengan metode sambungan rumah, dengan meteran berbayar yang sangat dapat dijangkau masyarakat. Pengelola juga dilatih khusus sehingga terbentuk manajemen pengelola yang profesional. Sistem ini masih terus berjalan hingga sekarang



PEMBANGUNAN SISTEM PENGAIRAN KEBUN DI DESA OESUSU DENGAN POMPA AIR TENAGA SURYA

foto: wadah air timor, oesusu, 2017

Kebun seluas setengah hektar di desa oesusu memiliki tanah yang sangat baik untuk ditanami, namun petani sangat kesulitan untuk menanam, karena kurangnya ketersediaan air di kebun.

Sumber air satu-satunya berasal dari sungai oesusu yang mengalir kurang lebih 200 meter dari kebun dengan perbedaan elevasi 50 meter. Dengan kondisi demikian maka untuk menyirami kebun seluas itu setiap harinya, sangat menguras tenaga petani.

WATR memasang pompa air tenaga surya untuk mengangkat air dari sungai dan reservoir 5 m3 di titik tertinggi dari kebun.

Dengan sistem yang dibangun tersebut, maka petani tidak perlu jauh-jauh bolak balik mengangkat air dari sungai ke kebun lagi, cukup mengaktifkan pompa, maka air sudah dapat mengaliri seluruh areal kebun.



PEMBANGUNAN SISTEM POMPA HIDRAM DI DESA EKATETA

foto: wadah air timor, oelnaunu, 2017

Dusun Fatuoni di desa Ekateta, memiliki beberapa sumber air yang mengalir dengan stabil setiap tahun, namun jarak sumber air tersebut cukup jauh dari pemukiman. Setiap harinya masyarakat fatuoni mengambil air dari mata-mata air tersebut.

WATR memasang 2 sistem pompa hidram air dari mata air oelnaunu dan mengangkat air hingga perbedaan ketinggian 126 meter dan jarak 1 km.

Di titik tertinggi di bangun Reservoir sebesar 5 m3, kemudian dialiri ke 3 buah bak pembagi di pemukiman, air di distribusi dengan metode sambungan rumah, pengelolaan berada di tingkat desa oleh Unit Usaha Air dan Sanitasi yang dilatih juga oleh WATR.



PEMBANGUNAN SISTEM GRAVITASI AIR BERSIH DI DESA NAUNU

foto: wadah air timor, naunu, 2017

Dengan debit air 0,1 liter/detik, dapat melayani 30 rumah. Hal ini dilakukan oleh Wadah Air Timor di dusun 2 desa Naunu. Air tersebut ditampung di 1 buah bak penampung dan distribusi.

Total sistem distribusi yang dibangun sepanjang 1,7 km dengan sistem perpipaan tertutup. Dengan sistem ini dipastikan tidak ada air yang terbuang percuma, air mengaliri seluruh sistem, dan memberi tekanan yang merata. Air tercukupi karena pada saat malam hari atau disaat pelanggan tidak menggunakan air, air ditampung.

Dengan rata-rata debit 0,1 liter/detik maka produksi air setiap harinya mencapai 8640 liter, maka setiap rumah mendapat pasokan air sampai 288 liter setiap harinya. Dengan estimasi jumlah orang dalam setiap rumah adalah 4 orang, maka setiap orang mendapat pasokan air sejumlah 72 liter/hari. Hal ini jauh lebih baik dibanding penggunaan rata-rata setiap orang sebelumnya di dusun ini adalah 15 liter/orang/hari.